Langsung ke konten utama

Jatuh Cinta

(Sumber: id.pinterest.com)

Semua manusia di muka bumi ini pasti pernah merasakan jatuh cinta. Ada rasa haru dan bahagia ketika bertemu dengannya. Ada rasa sedih ketika ia pergi meninggalkan kita. Ada rasa takut menghinggapi pikiran ketika kehilangannya. Ada perasaan gelisah ketika ia bukan milik kita.

Ada saat dimana hati selalu bergejolak, logika tak lagi karuan, dan rasa terus berbisik tentangnya. Pada saat itu kita sadar, bahwa kita sedang jatuh cinta pada seseorang yang berhasil mencuri hati. Memikirkannya tiap waktu bahkan detik sekalipun. Senyum merekah terbit dari bibir indah. Raut bahagia memancarkan auranya. Bahkan merasa ingin mempunyai ikatan yang tak pernah terpikirkan.

Teruntuk seseorang yang kita cintai, ia akan berusaha mencari berbagai cara terbaik. Jatuh cinta menuntut kita untuk memasuki ruang kehidupannya. Memberi perhatian lebih kepadanya. Membuatnya selalu tersenyum. Mencuri waktu agar selalu bersamanya. Walau pada akhirnya, kita akan kehilangan dunia yang dibawa pergi olehnya.

Kadang, menghibur diri sendiri adalah jalan terbaik agar tidak melulu memikirkannya. Apapun rasanya, semuanya perlu dinikmati. Semakin dewasa, kita akan semakin paham dengan cinta. Karena cinta butuh lebih sekadar perasaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saat Cintamu Bertepuk Sebelah Tangan

(Sumber: id.pinterest.com) Ada masanya kamu ingin menyerah. Rasanya ingin berteriak keras meluapkan ke udara perihal rasa cinta yang hanya bisa dinikmati sendirian. Pada malam panjangmu, kamu selalu membayangkan betapa indahnya jika cintamu mendapatkan balasan. Lalu, berjalan berdua menyusuri kota pada malam hari. Berjuang bersama membuat hubungan yang dijalani lebih bermakna. Bersamanya, kamu menjelma menjadi makhluk yang paling bahagia sedunia. Ini ajaib. Melihatnya tersenyum manis membuatmu selalu jatuh cinta. Tak heran, banyak perempuan di luar sana yang menyukainya. Jatuh cinta dengannya tak pernah kamu rencanakan. Semenjak kamu sadar jika kamu menyukainya, tiada hentinya kamu menjadi pemerhati sosial medianya. Ketika kamu mengamatinya dari kejauhan dan memastikan bahwa dirinya baik-baik saja membuatmu merasa tenang. Diam-diam kamu melengkungkan senyuman manis yang terukir di bibir. Ah, jatuh cinta memang selalu membuat pelakunya gila. Cinta memang selalu mem...

Mendung Belum Tentu Hujan

(Sumber: id.pinterest.com)           mendung /men•dung (n) dalam keadaan langit yang agak gelap, tidak ada sinar matahari (karena tertutup awan). Aku mencintai mendung. Desah angin yang menyejukkan mampu menyentuh kulitku hingga pori-pori. Mendung mengajariku, bahwa tak selamanya langit kan turun hujan. Kadang, matahari bersembunyi dibalik awan yang bertaburan. Mendung mampu membuatku merasakan kekhawatiran juga ketenangan. Tak lupa, mendung mampu mengiringi langkah kepergian seseorang. Perasaanku semakin lama semakin menggumpal seperti awan mendung. Ia bisa saja menumpahkan airnya kapan saja yang ia mau. Atau ia akan tetap bertahan sembari menikmati suasana sejuk nan nyaman. Kebanyakan orang terlalu larut mencintai pelangi. Padahal, pelangi akan terbit setelah hujan reda. Bahkan, terkadang pelangi bisa saja tak nampak. Walau pelangi indah seperti yang dikatakan banyak orang. Aku akan tetap mencintai mendungku. Karena dengan mendung, aku se...

Pesan

(Sumber: id.pinterest.com) Aku menuliskan ini bersama beberapa rasa yang sedang mengusik ruang kepalaku. Entah bagaimana bisa aku merekam dengan jelas dirimu dalam pikiranku. Saat ku pejamkan mata, bayanganmu selalu hadir. Menari-nari indah dalam ilusiku. Tanpa permisi kamu masuk ruang lingkup hatiku bersama gejolak perasaan yang membuncah. Ingin ku beritahu, tapi ku terlalu malu untuk memberitahumu. “Aku merindukanmu.” Bolehkah ku berharap agar kita dipertemukan kembali? Aku menanti sebuah keajaiban dari Tuhan untukku. Aku berharap dapat menciptakan kisah manis sewaktu dulu. Aku juga berharap agar waktu berhenti saja ketika aku sudah bersamanya. Apa aku berlebihan meminta semua itu pada Tuhan? Aku teringat semua kenangan kita. Ada banyak yang telah kita lalui. Suka duka sudah kita nikmati bersama. Asam manis dan pahitnya sudah kita rasakan. Bolehkah aku tetap tinggal di hatimu? Aku ingin terus bersamamu. Aku ingin langkah kakimu selalu pulang kepadaku. Aku juga ingin ...